25 Feb 2010
HYPOCRISY
Hypocrites are including people who do not receive guidance from God, so that his life is taken does not contain the value of worship, and all the charities that do not seek ridlo God, because of the spoken is not the same as what occurred in his heart, if the spoken white, maybe in his heart is green. This man is extremely dangerous in public life.
Hypocrites are people who duplicity, saying faith but their heart is broken. The act called nifaaq hypocrites. They believe only in the mouth alone. Everyday actions at birth seemed well and in accordance with religion, but charity they see themselves is only a formality. This means that all the charitable acts that do not upheld on the basis of faith and devotion to God, but only based on feelings and desires solely to search and view the sheer face. Any good deed is only used as a mask just to cover all the bad intent and intentions.
The properties of hypocrites
Among the signs of the hypocrites are:
1. Want to deceive God's power. As word of Allah in Surah Al-Baqoroh Verses 8-9, which means:
"And among mankind is he who says:" I believe in Allah and to the day later ", but they were really not people who believe. Fain would they deceive Allah and those who believe Oran, but they only deceive themselves, and they are not conscious. "
2. Gentiles prefer as leader. Allah says in the letter of An-Nisa verse 139, which means:
"... ... (They are) those who take disbelievers became friends helper by leaving believers. whether they find strength in the side of infidels? And, behold, all power belongs to God".
3. Not willing to arbitrate with the laws of Allah and His Messenger.
4. Lazy if uphold the prayer, but if you want to pray like showing off.
5. Lied when the said, violate the promise, betrayal.
Negative Impact People Hypocrisy For the life of society.
Prohibition Mensholatkan Bodies hypocrites.
The fate of hypocrites in the End.
7 Feb 2010
Polytheistic
Polytheists are those who associate God, acknowledge the existence of God but Allah, or align something with God. The act is called shirk. Shirk is the greatest sin, therefore we should avoid acts which plunged the act / deliver to shirk. In this regard Allah Ta'ala says, which means:
"Remember when Luqman said to his son, at a time when he gave a lesson to him: O my son! Do you ascribe Allah, Allah divinities is truly a great injustice." (Al-Quran S. Luqman: 13)
So the polytheists are those who associate God in the form proves, speech or in the form of charitable deeds. They become creatures that God created is good in the form of objects or human beings as God, and make it as Andad, Alilah, taghout and Arbab.
Pagans did not receive guidance from God, so that his life was lost, like nerjalan pitch-black night.
Classification Shirk
To worship anything besides Allah
To worship God is something jams including shirk the most weight and height. They worship the objects, sculpture, stone, wood-akyu, tombs, and even human beings and so forth. They believe that these things can bring good and benefit.
Divinities God
Divinities God means trusting that things other than God has the attributes that exist in God. For example, schools of the Trinity according to Christian religious beliefs and understand Trine according to Hindu religious beliefs.
Human deify
Deify humans are included shirk Drive. In the teachings of Science of Tawheed too revere, idolize, and menkultuskan someone was called Ghuluwwun. That is excessive in degree glorify and exalt the creature that was placed in a position which is not properly occupy that position except Allah.
Shirk Dangers
Shirk was very dangerous in people's lives when in the world. Because it can make life even become dark and hearts gone astray, the mind becomes stunted, passive, can not be developed in accordance with the speed of time. Effect of shirk worldview that trace into the outward behavior and attitudes. Shirk make people lose grip and lose confidence.
Shirk is a great sin will not inherit God's mercy be exalted. besides the sin of shirk, in the hands of God alone guarantees that forgiveness. If He may forgive are forgiven, and if He wills punishment, then he was tortured.
5 Dec 2009
Fasik
Dampak Negatif Orang Fasik Terhadap Kehidupan Bermasyarakat
Kejahatan yang mereka lakukan yang akhirnya bisa mengundang bencana itu pada dasarnya mereka sudah berpaling dari kebenaran; dan mereka sangat mencintai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat. Sangat mengutamakan keridhoan makhluk dari pada Kholiq. Segala perbuatannya akan membabi buta karena tanpa memiliki petunjuk dari Allah SWT. sebagai jalan dan pedoman kehidupannya.
Balasan Bagi Orang-Orang Yang Fasik
Orang Islam yang berbuat gasik, berbuat kerusakan, kejahatan dan kemaksiatan di muka bumi ini, maka Allah menyediakan siksa neraka yang sangat pedih. Allah berfirman:
15 Oct 2009
MUTTAQIN
- Percaya adanya alam ghoib.
- Mempeercayai keberadaannya Al-Qur'an
- Menegakkan sholat 5 waktu
- Mau menginfakkan sebagian rizki yang diberikan oleh Allah kepada jalan yang diridloi Allah
- Beriman kepada kitab-kitab suci yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW
- Menimani akan datangnya hari kiamat
- Suka memaafkan kesalahan orang lain
- Suka menahan amarahnya
- Jika terlanjur berbuat kejahatan, segera sadar dan mohon ampun kepada Allah, dan bertaubat.
- < style="font-family: "Trebuchet MS",sans-serif;">Suka melaksanakan i'tikaf di masjid
14 Oct 2009
MUSLIM
“Bahkan, barang siapa yang menyerahkan diri kepada allah SWT, sedang dia berbuat kebaikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada rasa kehawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati”.
Seseorang yang yang sudah masuk Islam, maka orang tersebut harus melakukan kewajiban sebagai seorang muslim. Kewajiban seorang muslim itu ada lima yang biasa disebut dengan Arkanul Islam (Rukun Islam). Rukun Islam yang harus ditunaikan oleh setiap muslim adalah:
- Mengucapkan dua kalimat Syahadat
- Mngerjakan Sholat
- Mengerjakan puasa romadlon
- Mengerjakan zakat
- Mengerjakan haji ke Baitullah
- Mengucapkan dua kalimat Syahadat
- Mngerjakan Sholat
- Mengerjakan puasa romadlon
- Mengerjakan zakat
- Mengerjakan haji ke Baitullah
- Bila bertemu saling memberi salam
- Bila diundang/dipanggil, makaundangannya/panggilannya itu selalu diindahkan/didatangi.
- Menjenguk saudaranya bila sedang sakit
- Bertakziah kepada orang yang meninggal dunia, dan sekaligus mengantarkan jenazahnya sampai di kuburan.
- Mendoakan orang yang sedang bersin, dengan ucapan Yarhamukallah.
- Suka memuliakan, menghormati sesama muslim
- Meninggalkan hal-hal yang tidak berguna bagi dirinya
- Orang lain merasa aman dari gangguan tangan dan lidahnya.
- Beberapa Sikap Hidup Seorang Muslim
- Mencintai para fakir miskin dan orang yang lemah
- Meliahat ke bawah, jangan melihat ke atas
- mempererat hubungan silaturrahmi
- Jangan menanyakan hal-hal yang tidak layak
- Menyatakan kebenaran walaupun pahit
- Tidak takut makian dan cacian
- Mengucapkan kata-kata Hauqolah
6 Sept 2009
MU'MIN
Di samping kita mempercayai sifat-sifat yang dimiliki Allah sebagaimana ayng tersebut di atas, kita juga harus percaya akan sifat-sifat Allah yang lain, yang kita sebut dengan Al-Asmaul Husna (nama-nama Allah yang bagus), yang jumlahnya ada 99, kesemuanya itu tercantum dalam Al-Qur'an
Kedua, orang mu'min harus percaya akan adanya malaikat-malaikat Allah. Mailaikat-malaikat itu makhluk Allah yang diciptakan dari nur (cahaya), yang wujud jasmaninya tidak dapat dilihat, didengar, dicium, diraba dan dirasakan. Mereka hidup dalam suatu alam yang berbeda dengan kehidupan alam semesta yang kita saksikan ini, oleh sebab itu tidak dapat dicapai oleh pandangan kita. Yang mengetahui keadaan mailaikat-malaikat yang sebenarnya adalah Allah SWT sendiri. Mereka ini termasuk hamba allah yang dimuliakan, karena segala yang diperintahkan kepadanya dikerjakannya dengan tulus ikhlas, tidak pernah menolak atau membangkang.
Ketiga, orang mu'min harus percaya akan kitab-kitab Allah. Artinya wajib percaya engan seyakin-yakinnya bahwa sesungguhnya Allah itu mempunyai beberapa kitab suci yang diturunkan kepada para utusan-Nya melalui wahyu.
Keempat, orang mu'min harus percaya kepada para utusan-utusan-Nya. Para Rosul Allah yang harus kita percayai dengan seyakin-yakinnnya jumlahnya ada 25 yang tercantum dalam Al-Qur'an. Beriman kepada para rosul Allah artinya kita percaya bahwa Rosul itu adalah pilihan Allah dan tursutusnya mereka adalah demi kebahagiaan kita, dan kepentingan kita. Para rosul itu membawa ajaran tauhid, yaotu ajaran tenatng ke-Esaan Tuhan, walaupun bentuk syari'atnya itu berbeda-beda.
Kelima, orang mu'min harus percaya akan datangnya hari akhir, dimana bumi ini akan igulung, dan semua isi perut bumi akan dimuntahkan, itulah yang disebut dengan hari kiamat, hari pembalasan dan hari perhitungan semua amal manusia. Kita sebagai orang yang beriman, hendaknya percaya bahwa suatu saat dunia ini ada batasnya. Sedangkan waktu datangnya tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.
Keenam, orang mu'min harus percaya kepada qodha dan qodar Allah bahwa segala sesuatu yang terjadi atau yang akan terjadi itu semuanya beerada dalam kekuasaan allah. Oleh karena itu kita harus menerima taqdir Tuhan yang menimpa diri kita, yang senang maupun yang susah, yang baik ataupu yang buruk dengan penuh keikhlasan dan tawakal.
B. Beberapa Sifat Orang Mu'min
Dalam surat Al-Mu'minun Surat ke-23, ayat 1-9, Allah menegaskan/menjabarkan berbagai sifat-sifat orang mu'min an Allah berjanji barangsiapa yang memiliki sifat-sifat tersebut, Allah membalasnya engan surga Firdaus kelak diakhirat.
Di antara sifat-sifat orang mu'min yang sejati yang harus dimiliki oleh stiap mu'min adalah sebagai berikut:
- Khusuk' Sholatnya.
- Menjauhkan diri dari perkataan/perbuatan yang tidak berguna.
- Menunaikan zakat
- Menjaga kemaluan
- Memelihara amanat
- memelihara/menjaga sholat
- Suka bertaubat
- Menyembah Tuhan (Allah)
- Berpuasa
- Melakukan ruku' dan sujud
- Mengerjakan perbuatan perbuatan yang baik dan menjcegah kepada perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah.
- Menjaga batas-batas (aturan Allah)
- Menyelamatkan sesama umat manusia
- Mempunyai akhlak yang mulia
- Hijrah (meninggalkan) larangan-larangan Allah
- Memerangi hawa nafsunya
- Selalu menghormati dan menghargai tamu
- Selalu berbicara yang baik
- Mencintai saudaranya (terutama yang beragama) seperti mencintai dirinya sendiri
- Mencintai Allah dan Rosul-Nya melebihi cintanya kepada orang lain
- Mencintai seseorang karena Allah, juga membenci karena Allah
- Benci hatinya kalau diajak untuk kembali kepada kekafiran.
- Memberi karena Allah, dan tidak memberi seseorang karena Allah
- Mempunyai rasa malu untuk melakukan perbuatan yang tercela
- Suka hidup bersih dan menjaga kebersihan
- Menjaga makanan dan minuman serta pakaiannya (bagi dirinya dan keluarganya dari barang-barang yang haram. Baik haram dzatnya maupun haram sebab diperoleh dengan jalan yang haram.
1 Oct 2008
HARI KEMENANGAN
Alhamdulillah kita telah melewati dan menyelesaikan ibadah puasa sebulan penuh di bulan Romadhon tahun 1429 H ini dengan baik. Sebulan penuh kita berpuasa, menahan lapar, dahaga, melawan berbagai godaan dan nafsu, meninggalkan segala macam yang bisa membatalkan ibadah puasa serta larangan-larang Allah yang tidak boleh dilakukan selama menjalankan ibadah puasa.Di bulan Romadhon kita digembleng oleh Allah SWT dengan berpuasa sebulan penuh serta melakukan aktifitas ibadah-ibadah lainnya seperti shalat terweh, sholat tahajut, dzikir, sodaqog jariyah. Mudah-mudahan apa yang telah kita lakukan mendapat balasan dan pahala dari Allah SWT. supaya kita menjadi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Seperti firman Allah dalam Q.S. Al Baqoroh : 183 yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.
Setelah menjalankan ibadah puasa dan amalan-amalan lainnya kita berharap semoga kita termasuk orang yang mendapatkan rammat di 10 hari pertama, mendapatkan keampunan di 10 hari ke dua, dan maka di sepuluh hari terakhir diselamatkan dari api neraka.
Akan tetapi ibadah puasa kita selama sebulan penuh belum sempurna dan sia-sia kalau tidak disertai dengan membayar zakat. Zakat merupakan kewajiban syar'i dan salah satu dari rukun Islam yang sangat penting setelah syahadatain dan shalat. Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari rukun Islam yang menghantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Zakat juga merupakan sarana penghapus dosa.
Barangkali hal tersebut barulah hubungan vertikal (hamba dengan Tuhan). Kita dengan mudahnya memohon ampunan atas perbuatan dosa dan kesalahan yang kita lakukan kepada Allah. Tetapi justru kita lupa bahwa dalam kenyataannya, dalam perjalanan hidup kita mempunyai hubungan horizontal (sesama manusia). Kita mempunya hubungan dengan kedua orang tua kita, kakek dan nenek, saudara kandung, family, tetangga, teman kerja dan sebagainnya. Di dalam hubungan tersebut sebagai manusia senantiasa tidak luput dari dosa. Dosa yang paling sering dilakukan manusia adalah kesalahan terhadap sesamanya. Seorang manusia dapat memiliki rasa permusuhan, pertikaian, dan saling menyakiti, baik secara individu maupun kelompok. Kesalahan dan dosa terhadap sesama manusia inilah yang kadang sulit meminta maaf dan juga kadang sulit memberikan maaf.
Karena itu, untuk menyempurnakan ibadah puasa, dan membayar zakat fitrah marilah kita perlu upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Kesalahan–kesalahan dan dosa yang berkaitan dengan khak Adam harus diselesaikan langsung bertemu dengan yang bersangkutan. Kita perlu saling membangun silaturahim. Kita saling berkunjung ke sanak saudara, family, tetangga, guru-guru kita, dan sebaginya untuk saling memaafkan. Itulah makna Idul Fitri. Idul Fitri merupakan momen penting untuk saling memaafkan, baik secara individu maupun kelompok.Mudah mudahan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan rahmat, ampunan, serta terhindar dari api neraka.Dan akhirnya mendapatkan kemenangan kembali ke idul fitri. Amiin.
Akhirnya dengan sepenuh hati saya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang saya lakukan baik langsung maupun tidak langsung.
Allahu Akbar!
26 Sept 2008
HIDAYAH
Kata hidayah berasal dari bahasa Arab “hada”, yang artinya petunjuk atau pimpinan. Namun arti tersebut (petunujuk atu pimpinan) dari kata hidayah itu tidaklah menggambarkan makna hakiki yang dalam perkataan hidayah tersebut. Sebab arti yang terkandung dalam perkataan hidayah itu mengandung kekhususan, yaitu satu petunjuk suci yang datangnya dari yang Maha Suci (Allah) yang dikaruniakan kepada semua makhluk-Nya.
Pengertian Hidayah menurut Syekh Muhammad Abduh sebagai berikut:
“Petunjuk halus yang menyampaikan pada tujuan”
Maksudnya, petunjuk itu dikaruniakan Tuhan kepada Malhluk-Nya, sehingga dengan petunjuk tersebut, seseorang dalam menempuh jalan yang ditujunya dapat tercapai, lurus tidak terjerumus dalam jurang kenistaan.
Hidayah adalah suatu petunjuk yang dikaruniakan Allah kepada semua makhluk-Nya, baik makhluk hewani maupun makhluk insani.
Hidayah adalah hak prerogative yang hanya dimiliki oleh Allah SWT. Di dalam beberapa ayat Al-Qur’an banyak kita jumpai ayat yang menerangkan bahwa hidayah itu hanya dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya yang baik-baik, yang beriman, yang bertaqwa, yang muhsinin dan lain-lainnya. Misalnya:
QS. Luqman (31:3)
Artinya: Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Ali Imron
31:3)
QS. Al Baqoroh (2:2)
Artinya: Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (QS. 2:2)
Al-Qur’an S. Al-Baqoroh”213 Yang artinya:
Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.( Al-Qur’an S. Al-Baqoroh”213).
Akan tetapi terhadap orang-orang yang kafir, fasik, dzalim dan lain lain yang semisalnya, Tuhan tidak akan memberikan hidayah. Seperti yang ditegaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an di bawah ini:
Al-Qur’an Surat Taubat : 37 yang artinya:
“Allah tidak memberikan hidayah (terhadap) orang-orang yang kafir.” (Al-Qur’an Surat Taubat : 37).
Al-Qur’an Surat Al-Maidah : 108 yang artinya:
“Allah tidak memberikan hidayah (terhadap) orang-orang fasik.” (Al-Qur’an Surat Al-Maidah : 108)
Al-Qur’an Surat Ali Imron : 86 yang artinya:
“Allah tidak memberikan hidayah (terhadap) orang-orang yang dholim.” (Al-Qur’an Surat Ali Imron : 86)
Sekalipun hidayah itu hanya diberikan Tuhan kepada hamba-hamba yang baik, yang taqwa, yang beriman, namun semuanya itu tergantung kepada pilihan Allah sendiri. Hidayah yang dikaruniakan Allah itu adalah sepenuhnya hak Illahi, hak mutlak Allah. Dia sendiri yang mengetahui akan rahasia-rahasia dan hikmah-hikmah yang dikandung-Nya. Seperti firman Allah dalam surah Al-Baqoroh : 142 yang artinya:
“(Allah) menghendaki kepada siapa yang dikehendaki-Nya kejalan yang lurus.”(Al-Qur’an S. Al-Baqoroh: 142).
Dalam pemberian hidayah itu tidak ada sangkut pautnya misanya hubungan darah, hubungan turunan, hungang saudara, hubungan suami istri dan sebagainya. Sekalipun ia seorang raja, presiden atau bangsawan, jika Allah tidak memberikan hidayah, maka tidak ada yang berhak dan kuasa untuk memberikannya. Sebaliknya ia rakyat biasa seorang buruh, kuli bangunan, pemulung apabila ia diberi hidayah, maka tidak ada yang dapat menoloknya.
Sebagaimana telah dikisahkan dalam Al-Qur’an, Nabi Nuh sebagai seorang Nabi dan seorang bapak yang telah mendapat hidayah dari Allah, namun anaknya dan istrinya tidak mendapat hidayah dari Allah, sehingga ia memilih jalan hidupnya sendiri, tidak mau ikut bersama suami dan bapaknya. Siti Asiyah seorang wanita, permaisuri Raja Fir’aun yang mendapat hidayah dari Allah, sedang suaimnya (Raja Fir’aun) tidak mendapat hidayah dari Allah, sehingga ia mengikuti jejaknya setan, bahkan ia sampai mau mengaku jadi Tuhan.
Apabila Allah hendak mengaruniakan hidayah-Nya kepada seorang hamba, maka tidak ada satu kekuatanpun yang dapat menghalanginya. Dan sebalinya, jika Allah menghendaki untuk tidak memberikan hidayah, maka tidak satu kekuatan yang dapat menunjukkannya.
Allah menyerukan kepada semua hamba-Nya, terutama manusia hendaknya memohon kepada Allah sang Maha Pemilik Hidayah, sebagaimana yang terlukis dalam surat Al-Fatihah ayat 6-7, yang dibacanya berulang-ualng kali dalam sehari semalam. Hal ini menunjukkan bahwa hidayah ini mendudiki peringkat nomor satu untuk menentukan apakah manusia ini menjadi mu’min atau kafir, yang pada gilirannya manusia tersebut akan menempati syurga atau neraka sebagai tempat akhir dari kehidupan yang abadi.
Macam-Macam Hidayah
Menurut Syekh Muhammaad Abduh, bahwa hidayah itu ada empat macam tingkatan, yaitu:
1. Hidayah Tabi’ah
Hidayah Tabi’at ini diberikan Allah kepada semua makhluk-Nya tanpa kecuali, baik itu manusia maupun hewan. Hidayat Tabi’at ini sudah ada sejak diciptakan makhluk tersebut. Atau biasa disebut dengan hidayah yang bersifat alamiyah atau fitriyah.
Pada manusia (ketika masih bayi), Tuhan member hidayah tabi’at ini berupa menangis kalau ia sedang lapar, haus, panas, kedinginan, buang air. Jadi menangisnya bayi itu merupakan hidayah alamiyah, yang menunjukkan bayi itu lapar, haus, panas, kedinginan, buang air dan sebagainya.
Pada binatang Tuhan memberikan petunjuk bagaimana mencari makan, membuat tempat tinggalnya, bagaimana bertahan hidup, bagaimana memelihara dan menjaga anak-anaknya dari gangguan. Misalnya dengan hidayah tabi’at ini burung bisa membuat sarangnya dari rerumputan yang kering.
2. Hidayah Idera.
Hidayah indera atau hidayah yang berupa alat perasa adalah merupakan alat badani yang mudah merasa (peka) terhadap rangsangan dari luar, misalnya rangsangan bunyi, cahaya dan sebagainya.
Hidayah indera dapat ditemui pada hewan dan manusia. Hidayah indera pada hewan lebih sempurna dan lebih kuat jika dibandingkan dengan hidayah indera pada manusia. Hidayah indera pada manusia mengalami proses pertumbuhan yang lama, sedangkan hidayah indera pada hewan sejak lahir sudah berfungsi. Misalnya, anak ayam yang baru menetas bisa lansung bisa berjalan dan makan sendiri. Anak kambing yang baru lahir terus bisa berdiri dan berjalan tanpa harus menunggu berjam-jam nahkan berbulan-bulan. Akan tetapi hidayah indera pada manusia mengalami proses pertumbuhan yang mebutuhkan waktu yang cukup lama. Misalnya bayi yang baru lahir tidak bisa langsung berjalan sendiri, makan sendiri.
3. Hidayah Akal
Hidayah akal ini diberikan Allah kepada makhluk-Nya yang berupa manusia saja. Dengan hidayah akal inilah yang dapat membedakan antara manusia yang sebenarnya dengan hewan itu sendiri. Oleh karena itu kedudukan manusia itu lebih jauh sempurna dan utama bila dibandingkan dengn hewan, baik yang hidup di darat maupun di laut. Dengan hidayah akal ini manusia dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat. Hidayah akal inilah yang memimpin hidayah indra dan hidayah tabi’at.
4. Hidayah Ad-dien
Hidayah Ad-Dien (agama) adalah hidayah yang tertinggi, dan yang memimpin semua hidayah. Hidayah akal hanya mempunyai fungsi untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk, tetapi tidak memberikan jaminan bahwa makhluk yang berakal itu hanya mengerjakan hal-hal yang baik dan meninggalkan hal-hal yang buruk. Oleh karena itu akal sendiri masih perlu mendapat bimbingan dan pengawasan. Dan sebagai pimpinan atau bimbingannya hidayah akal ini adalah hidayah Ad-Dien. Hidayah agama bemberikan batas-batas, peraturan-peraturan, norma-norma yang harus dipegang teguh oleh manusia. Dengan hidayah agama ini manusia dapat mencapai kebahagiaan yang sejati dan abadi.
5. Hidayah Khusus (yang berupa ma’unan dan taufik)
Hidayah ma’unah dan taufik dikeruniakan Allah kepada orang-orang tertentu menurut kehendak-Nya. Taufik artinya sesuai, tepat. Sedangkan ma’unah berarti pertolongan. Jadi hidayah taufik dan ma’unah yang diterima oleh seorang makhlukadalah sesuai dengan tepat dengan keinginan makhluk yang bersangkutan.
Seseorang yang telah memperoleh hidayah taufik dan ma’unah akan memperoleh dan menikmati kebahagiaan yang sejati, lebih-lebih kebahagiaan dan kenikmatan hidup rohaniah.
Allah memberikan hidayah kepada seseorang tidak diukur dari keadaan lahiriah. Seseorang yang dianugerahi kekayaan dan kesenangan hidup belum tentu dia mendapat hidayah. Pemberian harta dan kekayaan yang melimpah kepada seorang hamba bukanlah menjadi ukuran bahwa Tuhan telah cinta kepadanya. Harta dan kekayaan diberikan kepada seorang hamba adakalanya hanya sebagai cobaan atau jalan untuk menuju kepada kejatuhan dan kehancuran.
Bagaimana Cara Mendapatkan Hidayah?
Hidayah adalah sepenuhnya hak Allah. Allah sendirilah yang berkuasa memberikan atau tidakkepada seorang hamba. Barang siapa yang dikehendaki untuk diberi hidayah maka tidak ada seorangpun yang menghalanginya, dan barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah tidak diberi hidayah, maka tiddak ada seorangak ada seorangpun yang menolongnya atau memaksanya. Namun Allah telah memperintahkan kepada kita (hamba-Nya) untuk selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memohon hidayah kepada Allah selaku pemilik hidayah, memperbanyak ketaatan-ketaatan kepada Allah, memperbanyak taqorrub kepada Allah, agar kita diberi hidayah dan jalan yang lurus, diberi cahaya yang terang yang berupa Nur Illahi. Untuk itu ada beberapa jalan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk memperoleh hidayah, antara lain:
1. Irsyad, artinya kecerdasan dan ketangkasan. Orang yang mendapat hidayah dikaruniahi kecerdasan oleh Allah, sehingga ia dapat menghadapi sesuatu dengan pikiran jernih.
2. Taufik, artinya kesesuaian, keserasian. Orang yang dapat hidayah dengan sendirinya akan memperoleh taufiq.
3. Ilham, artinya peutnjuk yang dating atau diteerima pada saat-saat sudah hamper menemui jalan buntu dalam mengatasi sesuatu kesulitan.
4. Dalil-dalil, artinya keterangan-keterangan, tanda-tanda, petunjuk-petunjuk. Orang yang mendapat hidayah dari Allah, dapat mengetahui jalan-jalan yang bercahaya, yang tidak boleh dilalui, dan mana jalan yang harus bole dilalui.